Rabu, 16 Februari 2011

Web and education, a successful open entanglement

Web and education, a successful open entanglement

WEB SCIENCE FOR EDUCATION : E-LEARNING

Oleh : Bunga Tiara Karisti (52409091)

Mutia Najmi (54409030)


PENDAHULUAN

Web, suatu teknologi bentukan manusia yang dibuat untuk berbagai macam manfaat yang dapat digunakan sebagai wadah pengembangan dan pembelajaran oleh seluruh masyarakat diseluruh dunia. Tentu saja jika web ini harus digunakan dengan sebaik baiknya agar mencapai manfaat yang tepat guna. Dalam rangka pengaktualisasian pemanfaatan web agar berguna bagi orang banyak, maka dibuatlah suatu web yang berisi dengan ragam disiplin ilmu yang dikenal dengan nama Web Ilmu (Web Science).

Web Science Trust(WST) adalah suatu badan amal yang bertujuan untuk mendukung pengembangan dari Web Science. Pertama kali didirikan pada tahun 2006. Organisasi ini didirikan pertama kali atas kesepakatan antara University of Southampton dan MIT CSAL. Sejak peluncuran pertama gagasan ini konsep Web Science semakin banyak dikenal dan berkembang sampai terkenal seperti sekarang.

Sebagai mitra kerja, Web Science Trust bekerja sama dengan World Wide Web Foundation untuk memajukan bidang web dan memberdayakan masyarakat web. Mereka juga bekerja sama untuk menciptakan dan mengembangkan disiplin ilmu terbaru Web Science, meningkatkan pemahaman masyarakat akan web dan lebih mensosialisasikannya ke dunia luar sehingga visi dan misi positif organisasi ini dapat tercapai.

E-LEARNING

E-Learning, dipahami sebagai salah satu penggunaan intensif teknologi informasi dan komunikasi (terutama tapi tidak hanya) pendidikan jarak jauh. E-learning berisikan dengan konten, layanan, dan pengguna. Setiap platform E-learning adalah ruang virtual dimana terdapat 3 elemen yang terlibat, tidak satu waktu tapi hampir bersamaan. E-learning menyediakan para pelajar suatu konsep yang ideal, dikatakan “Belajar kapanpun, dan dimanapun”.

Dalam kasus pendidikan jarak jauh, penerapan internet sebagai infrastruktur dasar untuk mendukung pengajaran dan proses belajar sepenuhnya adalah proses pembelajaran dalam dirinya sendiri. Dengan adanya World Wide Web, pendidikan jarak jauh telah mampu mengatasi jarak yang ada, yaitu isolasi, yang telah menjadi penghalang besar dalam penyampaian pembelajaran ke suatu individu. Dengan adanya system belajar virtual ini, proses interaksi antara si pelajar, guru, sumber daya, dan lingkungan itu sendiri. Pada kenyataannya beberapa universitas besar juga menerapkan system belajar virtual sebagai bagian pengenalan pendidikan mereka. Ini menunjukkan bahwa perhatian masyarakat terhadap system E-learning ini semakin lama semakin meningkat.

Universitas terbuka seperti the Open University of The United Kingdom(OUUK), the Open Universiteit Nederland(OUNL) atau the Universidad Nacional de Educacion a Distancia in Spain(UNED) sudah mencoba untuk mengadopsi secara besar system pembelajaran virtual untuk mengurangi kesenjangan antara universitas virtual murni seperti Oberta Universitat de Catalunya (UOC), misalnya. Jika kita mencari “Universitas Online” di Google, kita akan menemukan banyak sekali link yang ada disana, tapi jika ditelusiri lebih dalam hanya sedikit yang benar benar ada, paling hanya universitas universitas besar saja, karena sebagian dari mereka hanya sekedar daftar saja. Oleh karena itu, meskipun sebagian besar universitas menngabungkan teknologi terbaru dalam proses pembelajaran mereka, dalam beberapa kasus terlihat hanya sebagai system manajemen konten bukan merupakan system pembelajaran virtual. Mungkin alasannya adalah factor manusianya, seperti guru yang enggan melakukan tambahan kegiatan tanpa biaya atau mungkin organisasinya, yang masih mendapat dukungan teknis yang terbatas.

Setiap lembaga pendidikan terlepas dari ukuran besar keccilnya suatu lembaga, sekarang dapat dengan cepat mendapat sejumlah besar siswa online. Namun demikian, organisasi menjadi masalah penting dalam rangka memberikan pengajaran yang benar benar tepat dengan dukungan yang tepat pula.

TEKNOLOGI YANG DIDUKUNG OLEH PERUBAHAN

Kenyataan baru dalam pendidikan saat ini adalah adanya perubahan yang besar besaran di bindang teknologi, tidak ada teknologi yang berkembang dengan amat cepat dalam waktu yang begitu singkat. Dengan seiiring perkembangan teknologi, computer menjadi pilihan yang lebih efisien untuk kita gunakan, apalagi ditambah dengan munculnya computer model nirkabel yang benar benra praktis untuk dibawa kemana saja.

Namun demikian, semua elemen elemen itu tidak ada tanpa web, yang merupakan infrastruktur pendukung yang penting dalam hal menciptakan dan mengembangkan pengetahuan agar bisa dinikmati bersama manfaatnya oleh masyarakat luas. Web telah berdampak penting dalam masyarakat dan mau tidak mau memaksanya untuk terus berevolusi menjadi yang lebih canggih lagi. Web telah mengubah masyarakat tanpa disadari, cara kita bekerja, cara membeli, bahkan cara kita belajar.

Pada awalnya, web adalah sebuah ruang virtual yang menyediakan akses ke konten statis, karena terbatasnya perodusen dan konsumen model, dan pada saat ini untuk membuat dan berbagi konten yang kolaboratif untuk dapat di share ke masyarakar luas. Selain itu, dalam bentuk API memungkinkan masyarakat untuk menciptakan dan mengembangkan ruang virtualnya sendiri. Contohnya, Netvibes dan Pageflakes, yang evolusinya membentu kembali konsep lingkungan belajar virtual, seperti penggunaan jaringan social contohnya my Space, friendster, atau facebook atau yang memiliki akun pada beberapapa konten seperti Youtube atau Flickr.

Nah, metode seperti ini bisa saja mengubah cara pembelajaran masyarakat, yang tadinya harus face to face, menjadi si konsumen sendiri yang dapat berperan sebagai editor atau bahkan penulis. Bahkan metode pembelajaran virtual ini akan berhasil. Karena mereka tidak harus dating ketempat yang dituju untuk mendapatkan suatu pengalaman belajar yang tepat. Mereka hanya menggunakan suatu perangkat netbook/ smartphone untuk membawanya ketempat yang mereke pilih sendiri. Hal ini yang yang menjadi tujuan utama EHEA, sebagai Penerapan Model Pembelajaran Terpusat. Dan E-Learning system bisa diterapkan pada saat ini, dimana tanggung jawab, pemilihan konten, dan pelaksanaan proses belajar bisa dilakukan sendiri dan sepenuhnya terpusat pada pelajar.

PEMBELAJARAN MODEL TERPUSAT

Pada saat ini belajar tidak hanya menyediakan konten, karena telah menjadi infrastruktur dasar pendukung proses pembelajaran (Wiley,2007). Belajar di lingkungan virtual tidak hanya sekedar mengakses PDF atau PPT, tidak hanya menerjemahkan tetapi harus dipahami. Memang konten masih diperlukan, tapi tidak lantas menjadi suatu kekuatan utama untuk bahan pembentuknya.

Pada dasarnya, memang suatu universitas lah yang bertanggung jawab untuk menciptakan, mentransmisi, dan mematenkan suatu bentuk pendidikan. Tapi sekarang telah berubah, hanya dengan searching or clicks up di internet, para pelajar dari seluruh dunia pun bisa membuka sumber pembelajaran dari universitas paling top sekalipun. Mereka juga biasanya mempersilahkan untuk orang-orang atau pelajar yang ingin melihat repository mereka agar lebih dikenal, bisa saja.

Oleh karena itu, salah satu pilar di perguruan tinggi, yaitu pencipataan pengetahuan misalnya, hampir sudah hilang. Karena bisa saja dengan mudah para pelajar menemukan sumber pengajaran lain yang mungkin lebih mudah untuk dipahami dan sebagainya. Jika sudah begini, akan banyak universitas universitas yang berlomba lomba untuk menjadi fasilitas penyedia E-Learning yang paling baik untuk masyarakat. Tidak peduli jarak yang terbentang, tapi demi untuk menghasilkan sumber daya manusia yang lebih baik lagi, mereka juga akan menyediakan sumber pengetahuan yang lebih baik pula.

Mungkin hal ini akan memecah pilar yang semula dipatuhi oleh para penyedia pendidikan, tapi hal ini benar benar akan menuju kepada pembelajaran yang global yang didasarkan pada system sumber daya pendidikan yang terbuka.

Sebagai kesimpulan, semua perubahan ini dapat dianalisis dari perspektif yang ditawarkan oleh Web Science, suatu tempat dimana disediakannya pengetahuan teknologi, ilmu-ilmu pasti, system organisasi, dan juga social aspek dalam web. Saat ini adalah saat yang tepat untuk kita memajukan lagi konsep e-learning seperti yang telah dijelaskan oleh Web Science. Kombinasi dari suatu teknologi mikro dan makro yang membuat konsep pendidikan jaraj jauh yang disebut E-Learning. E-Learning dapat menggantikan konsep pendidikan jarak jauh melalui penggabungan antara web dan teknologi sains. Ini juga menjadi suatu ajakan atau bahkan mungkin suatu keharusan pada setiap lembaga pendidikan untuk mengadopsi metode pembelajaran ini agar tidak tertinggal dengan perkembangan dan kualitas pendidikan global saat ini.

Sumber: http://journal.webscience.org/139/

Web and education, a successful open entanglement